Author: Agustian

  • HAMDAN ZOELVA MASUK THE 200 CLUB 2026, PERKUAT REPUTASI HUKUM INDONESIA DI KANCAH GLOBAL

    HAMDAN ZOELVA MASUK THE 200 CLUB 2026, PERKUAT REPUTASI HUKUM INDONESIA DI KANCAH GLOBAL

    URADIO.ID – Nama Hamdan Zoelva kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Ia terpilih dalam The 200 Club: Indonesia’s Most Influential Lawyers 2026, sebuah daftar prestisius yang menghimpun 200 praktisi hukum terkemuka yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk kemajuan dan reformasi hukum di Indonesia.

    “The 200 Club” merupakan hasil kurasi yang disusun melalui riset independen yang mendalam serta konsultasi tingkat tinggi dengan para pakar dan pelaku praktisi di bidang hukum. Penilaian dilakukan secara ketat dengan mengukur keunggulan profesional, kapasitas kepemimpinan, serta dampak jangka panjang yang ditorehkan oleh para kandidat. Dengan pendekatan tersebut, daftar ini menjadi tolok ukur yang kredibel dan representatif bagi puncak profesi hukum di Indonesia.

    Pengakuan ini sekaligus menempatkan Indonesia sejajar dengan pasar hukum global yang semakin kompetitif dan transparan. Seperti halnya lembaga pemeringkatan hukum internasional, “The 200 Club” berfungsi sebagai peta kepercayaan bagi kalangan bisnis dan investor dalam menentukan mitra strategis di bidang hukum.

    Di tengah dinamika global, dunia hukum kini berada dalam fase transformasi besar seiring hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara kerja, tetapi juga redefinisi pengaruh seorang pengacara. Mereka yang diakui pada tahun 2026 adalah sosok yang mampu menjembatani antara keahlian hukum dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

    Terpilihnya Hamdan Zoelva mencerminkan kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi tantangan tersebut. Ia dinilai tidak hanya memiliki rekam jejak profesional yang mumpuni, tetapi juga kontribusi nyata dalam memperkuat sistem hukum yang adil dan adaptif.

    Lebih dari sekadar penghargaan, pengakuan ini menjadi mandat moral bagi para penerima untuk terus berperan aktif dalam membimbing generasi berikutnya serta menjaga integritas sistem hukum nasional di tengah arus perubahan yang semakin cepat. Selain itu Hamdan Zoelva yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi tahun 2013 – 2015, saat ini sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam sejak tahun 2015 sampai sekarang.

    Dengan capaian ini, Hamdan Zoelva tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan talenta hukum yang kompetitif, berintegritas, dan diakui di panggung dunia.

  • Direktur Pelindo yang Baru dan Gubernur DKI Jakarta Diminta Jangan Apatis Soal Tewasnya Warga Jakarta Utara Terlindas Truk Kontainer dan Kemacetan yang Terjadi Setiap Hari.

    Direktur Pelindo yang Baru dan Gubernur DKI Jakarta Diminta Jangan Apatis Soal Tewasnya Warga Jakarta Utara Terlindas Truk Kontainer dan Kemacetan yang Terjadi Setiap Hari.

    URADIO.ID, Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan urat nadi logistik nasional. Dari pelabuhan terbesar di Indonesia ini, arus barang bergerak ke berbagai wilayah, menopang aktivitas perdagangan dan perekonomian nasional. Namun di balik peran strategis tersebut, warga yang tinggal di sekitar Jakarta Utara justru harus menghadapi kenyataan pahit: kemacetan kronis dan ancaman keselamatan akibat lalu lintas truk kontainer yang setiap hari memadati jalan.

    Tragedi meninggalnya seorang warga yang terlindas truk kontainer belum lama ini menjadi pengingat keras bahwa persoalan di sekitar pelabuhan tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah lalu lintas biasa. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan kendaraan logistik berukuran besar di kawasan tersebut. Dalam situasi seperti ini, negara melalui pemerintah daerah dan pengelola pelabuhan tidak boleh bersikap apatis.

    Meningkatnya aktivitas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok memang merupakan konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi. Namun peningkatan jumlah truk kontainer yang keluar masuk pelabuhan seharusnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jalan, sistem pengaturan lalu lintas, serta pengawasan keselamatan yang memadai. Tanpa perencanaan yang matang, pertumbuhan ekonomi justru dapat berubah menjadi ancaman keselamatan bagi masyarakat.

    Dari perspektif hukum, kondisi ini bahkan dapat dipandang sebagai bentuk kelalaian penyelenggara negara apabila risiko bahaya bagi masyarakat sudah diketahui namun tidak diikuti dengan langkah pencegahan yang memadai. Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menyebutkan bahwa setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian mewajibkan pihak yang bersalah untuk mengganti kerugian tersebut. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan kewajiban pemerintah untuk menjamin lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat bagi seluruh pengguna jalan.

    Karena itu, penanganan persoalan ini tidak bisa lagi ditunda. Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus segera mengambil langkah konkret dan terukur. Pengaturan jadwal operasional truk kontainer, pembangunan kawasan penyangga logistik, jalur khusus kendaraan berat, serta peningkatan pengawasan keselamatan harus menjadi prioritas utama.

    Pengalaman kemacetan ekstrem selama tiga hari pada April 2025 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Peristiwa tersebut menunjukkan betapa rentannya sistem logistik perkotaan jika tidak dikelola secara terintegrasi antara pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah.

    Pelabuhan memang menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional, tetapi keselamatan warga tidak boleh dikorbankan demi kelancaran distribusi barang. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat. Tanpa langkah serius dari para pengambil kebijakan, bukan tidak mungkin tragedi serupa akan terus berulang di jalan-jalan Jakarta Utara.

    Sudah saatnya kepemimpinan baru di PT Pelabuhan Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan persoalan ini sebagai prioritas kebijakan. Sebab bagi warga yang setiap hari hidup di sekitar kawasan pelabuhan, keselamatan di jalan bukan sekadar harapan, melainkan hak yang harus dijamin oleh negara.

    Anung Mhd,
    Ketua Komite Masyarakat Pengawas Kota Pelabuhan (KOMPASKOPEL)
    dan Koordinatoor Aliansi Jakarta Utara Mengugat (A-JUM)

  • Sako Pramuka SIAP Sambut Sukacita Terpilihnya KH Sodik Mudjahid sebagai Ketua BAZNAS

    Sako Pramuka SIAP Sambut Sukacita Terpilihnya KH Sodik Mudjahid sebagai Ketua BAZNAS

    URADIO.ID, Terpilihnya KH Sodik Mudjahid sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) disambut penuh sukacita oleh berbagai kalangan, termasuk Sako Pramuka Syarikat Islam Angkatan Pandu. Sosok yang dikenal amanah, sederhana, dan tawaduk ini diyakini mampu membawa BAZNAS semakin berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa dan negara.

    Ucapan selamat disampaikan oleh Willy Tjokroaminoto selaku KaPinsakonas Syarikat Islam Angkatan Pandu. Menurutnya, KH Sodik Mudjahid merupakan figur yang memiliki integritas serta komitmen kuat dalam pengabdian kepada umat.

    “Saya mengenal beliau sebagai orang yang amanah dan tawaduk. Saya yakin di bawah pimpinan beliau, BAZNAS akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” ujar Willy.

    Pengangkatan pimpinan baru BAZNAS ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Presiden oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar kepada jajaran pengurus BAZNAS masa jabatan 2026–2031 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

    Sebanyak sebelas tokoh menerima amanah sebagai pimpinan BAZNAS periode ini, yakni Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Saidah Sakwan, M.A., H. Ending Syarifuddin, M.E., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., H. Mokhamad Mahdum, SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA, CRP, GRCE, CWM, CHRP., Hj. Neyla Saida Anwar, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., serta Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M.

    Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan rasa syukur atas terbitnya payung hukum kepengurusan baru tersebut sehingga roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal dalam mengelola potensi zakat nasional.

    Sako Pramuka Syarikat Islam Angkatan Pandu pun berharap kepemimpinan baru ini dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga strategis dalam pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

    “Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga KH Sodik Mudjahid dalam menjalankan tugas mulia ini,” tutup Willy.

  • Menghidupkan Kembali Jejak Abikoesno Tjokrosoejoso, Negarawan Multitalenta dalam UTalk URadio

    Menghidupkan Kembali Jejak Abikoesno Tjokrosoejoso, Negarawan Multitalenta dalam UTalk URadio

    URADIO.ID, Tokoh bangsa sering kali hanya dikenang sepintas dalam lembar sejarah, URadio melalui program UTalk dalam edisin bedah buku yang ditayangkan di platform YouTube URadio Official dan radio streaming uradio.id, sosok Abikoesno Tjokrosoejoso kembali diperbincangkan secara lebih mendalam. Tayangan tersebut menghadirkan percakapan reflektif mengenai jejak perjuangan Abikoesno sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

    Dalam diskusi yang dipandu oleh Ki Sandi Suryadinata, para penulis buku, yakni Hadi Nur Ramadhan dan Mikael Marasabessy, mengulas berbagai sisi kehidupan Abikoesno yang menunjukkan kapasitasnya sebagai negarawan multitalenta. Ia dikenal tidak hanya sebagai tokoh politik, tetapi juga pemikir ekonomi dan arsitek yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan bangsa.

    Abikoesno merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam berbagai fase penting pergerakan nasional. Ia melanjutkan perjuangan Sarekat Islam serta ikut menggagas terbentuknya Gabungan Politik Indonesia sebagai upaya menyatukan kekuatan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, seorang arsitek yang karyanya masih bisa dirasakan sampai saat ini serta perumus sumpah presiden.

    Perannya semakin signifikan ketika ia menjadi anggota Panitia Sembilan, kelompok yang merumuskan naskah Piagam Jakarta sebagai cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Abikoesno juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam kabinet pertama Republik Indonesia.

    Diskusi bedah buku ini tidak sekadar mengulas biografi tokoh, tetapi juga mengajak publik memahami nilai-nilai yang diwariskan Abikoesno: keteguhan prinsip, keluasan pengetahuan, serta dedikasi lintas bidang dalam membangun negara. Bagi generasi masa kini, kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa tidak hanya lahir dari keberanian politik, tetapi juga dari kekuatan gagasan dan integritas intelektual.

    Melalui buku tersebut, para penulis berharap masyarakat kembali menengok jejak tokoh-tokoh bangsa yang mungkin tidak selalu berada di panggung utama sejarah, namun memiliki peran penting dalam merumuskan fondasi moral dan intelektual Indonesia.

    Pembaca Uradio.id dapat memesan buku Abikoesno Tjokrosoejoso dengan mengklik link di bawah ini:
    https://s.id/pesanbukuabikusno

    Dan tayangan bedah buku dapat disimak melalui link:
    https://www.youtube.com/live/_XtTxzr5UH8?si=z06TenIiMgQnaFBm

  • Komitmen KOWANI Membersamai Peran Perempuan Indonesia

    Komitmen KOWANI Membersamai Peran Perempuan Indonesia

    Sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia menemukan momentumnya pada 22 Desember 1928 melalui Kongres Perempuan Indonesia yang digelar di Yogyakarta. Dari peristiwa bersejarah itulah lahir organisasi payung bernama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), yang menyatukan beragam organisasi perempuan lintas latar belakang sosial, budaya, dan keagamaan. KOWANI dibangun atas kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan bangsa tak dapat dilepaskan dari peran aktif perempuan, baik dalam perjuangan nasional maupun dalam membangun tatanan masyarakat yang adil dan beradab.

    Sejak berdiri, KOWANI menjadi ruang konsolidasi perjuangan perempuan Indonesia. Berbagai isu strategis—pendidikan perempuan, perlindungan ibu dan anak, kesehatan, kesetaraan hak, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan—terus diperjuangkan secara berkesinambungan. Perempuan-perempuan yang tergabung dalam KOWANI hadir bukan hanya sebagai pelengkap sejarah, tetapi sebagai subjek perubahan yang ikut menentukan arah bangsa. Dalam lintasan satu abad, KOWANI konsisten merawat nilai persatuan, kebangsaan, dan keberagaman di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

    Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, SH, dalam sambutannya pada Perayaan Imlek di Panti Werdha Wisma Mulia, Sabtu, 14 Februari 2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, persatuan, dan toleransi sebagai fondasi masyarakat inklusif. Menurutnya, di usia KOWANI yang kini menginjak 100 tahun, perempuan Indonesia dituntut semakin tangguh, adaptif, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman—tanpa kehilangan jati diri kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

    Seratus tahun perjalanan KOWANI menegaskan satu pesan penting: perempuan Indonesia adalah kekuatan strategis bangsa. Dengan sejarah yang kokoh, peran yang terus berkembang, serta komitmen pada persatuan dan inklusivitas, KOWANI hadir bukan hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga menyiapkan perempuan Indonesia untuk menjawab masa depan dengan percaya diri dan solidaritas.

  • Omah Opah Rayakan Imlek dengan Sukacita

    Omah Opah Rayakan Imlek dengan Sukacita

    Perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung penuh kehangatan di Panti Werdha Wisma Mulia, Sabtu, 14 Februari 2026. Mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, suasana kebersamaan terasa sejak awal acara. Sebanyak 53 omah dan opah tampak antusias mengikuti rangkaian perayaan, wajah-wajah mereka memancarkan sukacita saat lantunan musik, dekorasi khas Imlek, dan sapaan hangat para relawan menyatu dalam satu ruang kebahagiaan.

    Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Panti, Ibu Hanifah Husein, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi omah dan opah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai perbaikan sarana dan prasarana yang kini semakin nyaman dan layak. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi memenuhi kebutuhan panti, mengingat dukungan dari keluarga omah dan opah masih sangat terbatas. Apresiasi khusus disampaikan kepada para relawan yang dengan tulus mendermakan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membersamai para lansia.

    Makna kebersamaan turut ditekankan oleh Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Nannie Hadi Tjahjanto, SH, dalam sambutannya. Ia menegaskan pentingnya persatuan dan toleransi sebagai fondasi masyarakat inklusif. Di usia KOWANI yang genap 100 tahun, perempuan Indonesia, menurutnya, dituntut semakin tangguh, adaptif, dan berdaya menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan jati diri kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

    Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan traditional modern dance oleh karyawan panti, hiburan interaktif dan gim kebersamaan dari komunitas relawan, serta atraksi barongsai yang disambut tepuk tangan meriah omah dan opah. Setiap penampilan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang menghidupkan semangat Imlek dalam nuansa Nusantara.

    Perayaan Imlek ini turut dihadiri Hj. Jamilah anggota DPRD DKI Jakarta, jajaran Pengurus KOWANI, serta keluarga omah dan opah. Mengakhiri acara ditutup dengan doa oleh pandita memohon kepada Maha Pencipta agar selalu diberikan kemuliaan, Kesehatan dan kesejahteraan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

  • Dari Cinta Rasul hingga Gaza: Sulis Merawat Shalawat Sepanjang Zaman

    Dari Cinta Rasul hingga Gaza: Sulis Merawat Shalawat Sepanjang Zaman

    Jumat, 13 Februari 2026, suasana hangat dan khidmat menyelimuti Ruang Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di tengah para tamu undangan, tampak Sulis hadir mengenakan busana serba putih. Ia menyapa satu per satu hadirin yang menantikan peluncuran dua karya terbarunya, Suara Sukma Palestina (Shalawat Cinta untuk Gaza) dan Shalawat Cinta (Satukan Hati)”, lagu yang menjadi penanda konsistensinya dalam menapaki jalan dakwah melalui musik.

    Nama Sulis telah lekat dengan tembang shalawat sejak ia memulai kariernya di usia belia pada era 1990-an bersama Haddad Alwi. Album Cinta Rasul menjadi karya monumental yang mengantarkan suaranya dikenal luas dan terus diputar dari generasi ke generasi, terutama setiap bulan Ramadan. Di tengah perubahan selera musik dan zaman, Sulis tetap teguh menjaga napas shalawat sebagai identitas dan pengabdian.

    Acara ini dihadiri kerabat terdekat, musisi, budayawan, serta sahabat-sahabat Sulis Cinta Rasul. Sejumlah duta besar negara sahabat—Malaysia, Palestina, dan Iran—turut hadir, bersama Menteri Koperasi Indonesia, Ferry J Juliantono. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua orang tua Sulis tampak hadir dan duduk di antara tamu undangan. Sulis menegaskan bahwa konsistensinya melantunkan shalawat tak lepas dari peran besar orang tua yang sejak kecil menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kecintaan pada seni yang bernilai dakwah. Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah kelelahan berkarya, energi positif terus mengalir dari dukungan keluarga, terutama orang tua dan suami yang setia mendampingi perjalanan hidup dan seninya.

    Perwakilan Duta Besar Palestina berkesempatan memberikan sambutan, beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia terhadap warga Gaza yang mengalami penindasan juga memberikan apresiasi serta menyampaikan rasa terima kasih atas lagu shalawat yang dipersembahkan untuk rakyat Gaza. 

    Ferry J Juliantono yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi menyambut baik kehadiran lagu shalawat untuk Gaza dan shalawat cinta yang dinyanyikan oleh Sulis. Lebih lanjut beliau menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto serta seluruh rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menciptakan  perdamaian  Sementara itu budayawan yang akrab disapa Bang Sem turut memberi apresiasi atas kematangan Sulis yang konsisten menjaga marwah shalawat di tengah dinamika industri musik.

    Puncak emosional terjadi saat Sulis mempersembahkan “Shalawat untuk Gaza” sebagai wujud kepedulian dan solidaritas bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Air matanya berurai, suaranya bergetar, dan sesekali ia menyerukan, “Free, free Palestine.”

    Menutup acara, selain membawakan Shalawat untuk Gaza dan Shalawat Cinta, Sulis pun membawakan sejumlah tembang shalawat yang telah lama melekat di hati pendengarnya. Ia mengajak hadirin bersenandung bersama, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Di panggung itu, Sulis menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar lagu, melainkan doa, pengabdian, dan jalan cinta yang terus ia jaga untuk kemanusiaan dan perdamaian.