Author: Agustian

  • A-JUM Kritisi Pergub 31 Tahun 2022 yang Dinilai Menghambat Penertiban Parkir Kendaraan Berat dan Depo Kontainer di Jakarta Utara

    A-JUM Kritisi Pergub 31 Tahun 2022 yang Dinilai Menghambat Penertiban Parkir Kendaraan Berat dan Depo Kontainer di Jakarta Utara

    URADIO.ID, Jakarta Utara — Keberadaan depo kontainer dan pool kendaraan berat di kawasan permukiman Jakarta Utara kembali mendapat sorotan. Aliansi Jakarta Utara Menggugat (A-JUM) mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengambil tindakan tegas terhadap lokasi yang terbukti melanggar ketentuan tata ruang dan perizinan.

    A-JUM menilai aktivitas depo dan pool truk di kawasan permukiman telah menimbulkan berbagai persoalan bagi warga, mulai dari polusi debu, kebisingan, hingga kerusakan fasilitas jalan. Persoalan tersebut, menurut A-JUM, bukan hal baru karena aspirasi warga dan tuntutan penertiban telah disampaikan sejak 2018.

    Perwakilan A-JUM, Apek Saiman, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi penataan parkir kendaraan berat di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (11/8/2026). Rapat dihadiri sejumlah Suku Dinas terkait, camat, lurah, serta A-JUM sebagai perwakilan masyarakat.

    A-JUM berharap rapat koordinasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan keputusan konkret, transparan, dan dapat segera dilaksanakan. Pemerintah juga diminta membuka hasil rapat serta rencana penertiban kepada masyarakat.

    A-JUM turut menyoroti perubahan regulasi setelah terbitnya Pergub DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menggantikan Perda Nomor 1 Tahun 2014. Perubahan tersebut dinilai perlu dikaji karena berkaitan langsung dengan pengaturan parkir kendaraan berat dan keberadaan depo maupun pool di kawasan permukiman.

    A-JUM secara khusus mencermati Lampiran X Pergub No. 31 Tahun 2022, Kode 416 mengenai parkir kendaraan berat, yang mengatur aktivitas tersebut dapat ditempatkan pada zona K1 dan K2. Menurut A-JUM, ketentuan ini perlu dievaluasi secara transparan karena sebelumnya aktivitas serupa menjadi objek penertiban berdasarkan ketentuan tata ruang yang berlaku.

    A-JUM meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka dasar pertimbangan perubahan regulasi tersebut, termasuk proses dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunannya. Transparansi dinilai penting agar kebijakan tata ruang tidak menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu dan tetap berorientasi pada kepastian hukum serta kepentingan masyarakat.

    A-JUM menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni penegakan hukum terhadap depo dan pool yang terbukti melanggar, keterbukaan hasil rapat koordinasi 11 Agustus 2026, serta evaluasi terhadap regulasi parkir kendaraan berat dan depo kontainer.

    Pemerintah diminta menerapkan sanksi administratif secara tegas dan berjenjang, mulai dari penghentian kegiatan, penyegelan hingga penutupan apabila pelanggaran memenuhi ketentuan hukum.

    A-JUM menegaskan, penanganan persoalan depo kontainer dan pool kendaraan berat tidak boleh kembali berlarut-larut. Setelah delapan tahun aspirasi warga disampaikan, masyarakat Jakarta Utara membutuhkan kepastian bahwa penataan ruang benar-benar ditegakkan dan kawasan permukiman dapat kembali menjadi ruang hidup yang aman, nyaman, sehat, dan tertata.

    Pewarta: Agustian

  • Ilhamsyah, Komisaris Independen Pelindo, Kunjungi Markas AJUM Bahas Penataan Tata Kelola Pelabuhan Tanjung Priok

    Ilhamsyah, Komisaris Independen Pelindo, Kunjungi Markas AJUM Bahas Penataan Tata Kelola Pelabuhan Tanjung Priok

    Jakarta, URADIO.ID – Komisaris Independen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Ilhamsyah, yang akrab disapa Boing, melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Aliansi Jakarta Utara Menggugat (AJUM), Jumat (17/7). Dalam kunjungan tersebut, Ilhamsyah bertemu langsung dengan Koordinator AJUM, Anung MHD, untuk mendengarkan berbagai aspirasi serta aktivitas advokasi yang selama ini dilakukan AJUM terkait persoalan lalu lintas angkutan peti kemas menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok.

    Menurut Anung MHD, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Ilhamsyah ingin memperoleh gambaran secara langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan, khususnya konflik antara kendaraan trailer pengangkut peti kemas dengan pengguna jalan lainnya. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam upaya perbaikan tata kelola aktivitas logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

    Sejak tahun 2018, AJUM secara konsisten menyuarakan berbagai keluhan masyarakat Jakarta Utara mengenai aktivitas logistik yang dinilai berdampak langsung terhadap keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga. Berbagai advokasi dilakukan terkait keberadaan sejumlah garasi dan depo peti kemas yang menurut AJUM perlu ditata agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku serta penegakan aturan, sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

    Selain itu, AJUM menginisiasi pengaturan dan pembatasan jam operasional kendaraan trailer pada jam-jam tertentu. Menurut AJUM, tingginya mobilitas kendaraan angkutan peti kemas di sejumlah ruas jalan Jakarta Utara kerap memicu konflik dengan pengguna jalan lain, terutama pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Pengaturan pembatasan operasional kendaraan berat dinilai efektif dan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi jumlah korban jiwa.

    Dalam kesempatan tersebut, Ilhamsyah menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan konsekuensi dari pertumbuhan sektor logistik nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelabuhan perlu diimbangi dengan penataan tata kelola yang lebih terintegrasi antara pengelola pelabuhan, operator logistik, depo peti kemas, garasi kendaraan trailer, perusahaan angkutan, serta pemerintah sebagai regulator.

    “Pertumbuhan aktivitas pelabuhan harus diikuti dengan tata kelola yang semakin baik. Integrasi antar pemangku kepentingan menjadi penting agar arus logistik berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan kenyamanan pengguna jalan,” ujar Ilhamsyah.

    Ia menilai berbagai persoalan yang muncul di sekitar kawasan pelabuhan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi. Dibutuhkan komunikasi yang berkesinambungan serta kolaborasi seluruh pihak agar setiap kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

    Ilhamsyah juga menyatakan kesiapannya untuk ikut memfasilitasi komunikasi antara AJUM dengan berbagai instansi yang memiliki kewenangan dan regulasi dalam pengelolaan kawasan kota pelabuhan dan transportasi. Menurutnya, dialog yang konstruktif merupakan langkah awal untuk merumuskan solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

    “Saya berharap seluruh pihak dapat duduk bersama, saling mendengarkan, kemudian mencari jalan keluar yang terbaik. Persoalan ini menyangkut kepentingan banyak pihak, sehingga penyelesaiannya pun harus dilakukan secara kolaboratif,” katanya.

    Koordinator AJUM, Anung MHD, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi kesediaan Ilhamsyah untuk mendengar secara langsung aspirasi masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara masyarakat sipil dengan para pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam membangun tata kelola kawasan pelabuhan yang lebih baik.

    AJUM berharap berbagai masukan yang selama ini disampaikan dapat menjadi perhatian dalam proses penyusunan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan penataan depo peti kemas, garasi kendaraan trailer, pengaturan lalu lintas angkutan logistik, serta peningkatan aspek keselamatan di ruas-ruas jalan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

    Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Tanjung Priok menghadapi tantangan berupa meningkatnya volume distribusi logistik yang berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan koordinasi lintas sektor agar kelancaran arus barang sebagai urat nadi perekonomian nasional dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan.

    Pertemuan antara Komisaris Independen Pelindo dan AJUM diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Dengan semangat kolaborasi, berbagai persoalan yang selama ini muncul di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat diselesaikan melalui langkah-langkah yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik tanpa mengurangi peran strategis pelabuhan sebagai gerbang utama perdagangan Indonesia.

    Pewarta: Agustian

  • Ketua Koordinator AJUM Sambangi Keluarga Korban Lakalantas, Menguatkan Ikhtiar Mencari Keadilan

    Ketua Koordinator AJUM Sambangi Keluarga Korban Lakalantas, Menguatkan Ikhtiar Mencari Keadilan

    URADIO.ID, Jakarta — Terik matahari siang itu terasa begitu menyengat di kawasan Babelan. Jalanan pasar yang padat dan debu kendaraan yang beterbangan menjadi saksi langkah Anung, Ketua Koordinator Aliansi Jakarta Utara Menggugat (AJUM), saat mendatangi rumah keluarga almarhum Bagus Satrio Rabu (13/5/2026), korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia usai terlindas truk trailer di jalan Sungai Tiram pada hari Jumat (1/5/2026).

    Rumah sederhana yang tidak jauh dari Pasar Babelan itu kini menyimpan duka yang belum benar-benar reda. Di dalam rumah tersebut, kedua orang tua korban harus mencoba tegar setelah kehilangan seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarga dan seorang istri menjalani hari-hari tanpa suami, sementara dua anak mereka yang masih balita belum sepenuhnya memahami bahwa sosok ayah yang biasa memeluk dan menemani mereka kini tak akan kembali pulang.

    Kedatangan Anung bukan sekadar kunjungan biasa. Ia hadir membawa empati, mencoba menguatkan keluarga korban yang hingga hari ini masih berjuang menghadapi kehilangan sekaligus mencari keadilan atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa tulang punggung keluarga tersebut.

    Suasana haru terasa ketika keluarga korban menceritakan kembali detik-detik kabar duka itu datang. Di tengah kesedihan yang masih membekas, Anung meminta keluarga untuk tetap tabah dan tidak merasa sendiri menghadapi persoalan ini.

    “Perjuangan mencari keadilan tidak boleh berhenti. Kami hadir untuk mendampingi keluarga korban agar kasus ini dikawal sampai tuntas,” ujar Anung dengan nada penuh keprihatinan.

    Menurutnya, tragedi yang menimpa Bagus Satrio bukan sekadar kecelakaan biasa. Ia menilai ada persoalan tata kelola lalu lintas dan pengawasan kendaraan berat yang selama ini kerap diabaikan, terutama terkait keberadaan garasi maupun operasional truk trailer yang berada dekat kawasan pemukiman warga.

    Anung menyayangkan lemahnya ketegasan penegakan hukum terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalur yang bukan peruntukannya. Ia menegaskan bahwa aturan sebenarnya telah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    “Jangan sampai nyawa masyarakat terus menjadi korban karena pembiaran. Kendaraan besar seperti trailer harus diawasi ketat, termasuk lokasi garasi dan jalur operasionalnya. Negara harus hadir melindungi warga,” tegasnya.

    Bagi keluarga almarhum Bagus Satrio, keadilan bukan sekadar proses hukum. Lebih dari itu, mereka berharap tidak ada lagi keluarga lain yang mengalami kehilangan serupa akibat kelalaian dan lemahnya pengawasan.

    Di sela percakapan, sesekali raut wajah orang tua korban nampak menyimpan kesedihan mendalam. Suasana itu membuat kunjungan siang tersebut terasa begitu menyentuh. Duka keluarga kecil di Babelan itu menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik kecelakaan lalu lintas, selalu ada keluarga yang kehilangan harapan, kehilangan masa depan, dan kehilangan orang tercinta.

    AJUM berharap kasus yang menimpa Bagus Satrio dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pengawasan kendaraan berat di kawasan padat penduduk.

    Sebab bagi keluarga korban, keadilan bukan hanya tentang menghukum siapa yang bersalah, tetapi juga memastikan tragedi serupa tidak kembali terulang.

  • HAMDAN ZOELVA MASUK THE 200 CLUB 2026, PERKUAT REPUTASI HUKUM INDONESIA DI KANCAH GLOBAL

    HAMDAN ZOELVA MASUK THE 200 CLUB 2026, PERKUAT REPUTASI HUKUM INDONESIA DI KANCAH GLOBAL

    URADIO.ID – Nama Hamdan Zoelva kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Ia terpilih dalam The 200 Club: Indonesia’s Most Influential Lawyers 2026, sebuah daftar prestisius yang menghimpun 200 praktisi hukum terkemuka yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk kemajuan dan reformasi hukum di Indonesia.

    “The 200 Club” merupakan hasil kurasi yang disusun melalui riset independen yang mendalam serta konsultasi tingkat tinggi dengan para pakar dan pelaku praktisi di bidang hukum. Penilaian dilakukan secara ketat dengan mengukur keunggulan profesional, kapasitas kepemimpinan, serta dampak jangka panjang yang ditorehkan oleh para kandidat. Dengan pendekatan tersebut, daftar ini menjadi tolok ukur yang kredibel dan representatif bagi puncak profesi hukum di Indonesia.

    Pengakuan ini sekaligus menempatkan Indonesia sejajar dengan pasar hukum global yang semakin kompetitif dan transparan. Seperti halnya lembaga pemeringkatan hukum internasional, “The 200 Club” berfungsi sebagai peta kepercayaan bagi kalangan bisnis dan investor dalam menentukan mitra strategis di bidang hukum.

    Di tengah dinamika global, dunia hukum kini berada dalam fase transformasi besar seiring hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara kerja, tetapi juga redefinisi pengaruh seorang pengacara. Mereka yang diakui pada tahun 2026 adalah sosok yang mampu menjembatani antara keahlian hukum dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

    Terpilihnya Hamdan Zoelva mencerminkan kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi tantangan tersebut. Ia dinilai tidak hanya memiliki rekam jejak profesional yang mumpuni, tetapi juga kontribusi nyata dalam memperkuat sistem hukum yang adil dan adaptif.

    Lebih dari sekadar penghargaan, pengakuan ini menjadi mandat moral bagi para penerima untuk terus berperan aktif dalam membimbing generasi berikutnya serta menjaga integritas sistem hukum nasional di tengah arus perubahan yang semakin cepat. Selain itu Hamdan Zoelva yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi tahun 2013 – 2015, saat ini sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam sejak tahun 2015 sampai sekarang.

    Dengan capaian ini, Hamdan Zoelva tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan talenta hukum yang kompetitif, berintegritas, dan diakui di panggung dunia.

  • Direktur Pelindo yang Baru dan Gubernur DKI Jakarta Diminta Jangan Apatis Soal Tewasnya Warga Jakarta Utara Terlindas Truk Kontainer dan Kemacetan yang Terjadi Setiap Hari.

    Direktur Pelindo yang Baru dan Gubernur DKI Jakarta Diminta Jangan Apatis Soal Tewasnya Warga Jakarta Utara Terlindas Truk Kontainer dan Kemacetan yang Terjadi Setiap Hari.

    URADIO.ID, Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan urat nadi logistik nasional. Dari pelabuhan terbesar di Indonesia ini, arus barang bergerak ke berbagai wilayah, menopang aktivitas perdagangan dan perekonomian nasional. Namun di balik peran strategis tersebut, warga yang tinggal di sekitar Jakarta Utara justru harus menghadapi kenyataan pahit: kemacetan kronis dan ancaman keselamatan akibat lalu lintas truk kontainer yang setiap hari memadati jalan.

    Tragedi meninggalnya seorang warga yang terlindas truk kontainer belum lama ini menjadi pengingat keras bahwa persoalan di sekitar pelabuhan tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah lalu lintas biasa. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan kendaraan logistik berukuran besar di kawasan tersebut. Dalam situasi seperti ini, negara melalui pemerintah daerah dan pengelola pelabuhan tidak boleh bersikap apatis.

    Meningkatnya aktivitas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok memang merupakan konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi. Namun peningkatan jumlah truk kontainer yang keluar masuk pelabuhan seharusnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jalan, sistem pengaturan lalu lintas, serta pengawasan keselamatan yang memadai. Tanpa perencanaan yang matang, pertumbuhan ekonomi justru dapat berubah menjadi ancaman keselamatan bagi masyarakat.

    Dari perspektif hukum, kondisi ini bahkan dapat dipandang sebagai bentuk kelalaian penyelenggara negara apabila risiko bahaya bagi masyarakat sudah diketahui namun tidak diikuti dengan langkah pencegahan yang memadai. Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menyebutkan bahwa setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian mewajibkan pihak yang bersalah untuk mengganti kerugian tersebut. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan kewajiban pemerintah untuk menjamin lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat bagi seluruh pengguna jalan.

    Karena itu, penanganan persoalan ini tidak bisa lagi ditunda. Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus segera mengambil langkah konkret dan terukur. Pengaturan jadwal operasional truk kontainer, pembangunan kawasan penyangga logistik, jalur khusus kendaraan berat, serta peningkatan pengawasan keselamatan harus menjadi prioritas utama.

    Pengalaman kemacetan ekstrem selama tiga hari pada April 2025 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Peristiwa tersebut menunjukkan betapa rentannya sistem logistik perkotaan jika tidak dikelola secara terintegrasi antara pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah.

    Pelabuhan memang menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional, tetapi keselamatan warga tidak boleh dikorbankan demi kelancaran distribusi barang. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat. Tanpa langkah serius dari para pengambil kebijakan, bukan tidak mungkin tragedi serupa akan terus berulang di jalan-jalan Jakarta Utara.

    Sudah saatnya kepemimpinan baru di PT Pelabuhan Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan persoalan ini sebagai prioritas kebijakan. Sebab bagi warga yang setiap hari hidup di sekitar kawasan pelabuhan, keselamatan di jalan bukan sekadar harapan, melainkan hak yang harus dijamin oleh negara.

    Anung Mhd,
    Ketua Komite Masyarakat Pengawas Kota Pelabuhan (KOMPASKOPEL)
    dan Koordinatoor Aliansi Jakarta Utara Mengugat (A-JUM)

  • Sako Pramuka SIAP Sambut Sukacita Terpilihnya KH Sodik Mudjahid sebagai Ketua BAZNAS

    Sako Pramuka SIAP Sambut Sukacita Terpilihnya KH Sodik Mudjahid sebagai Ketua BAZNAS

    URADIO.ID, Terpilihnya KH Sodik Mudjahid sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) disambut penuh sukacita oleh berbagai kalangan, termasuk Sako Pramuka Syarikat Islam Angkatan Pandu. Sosok yang dikenal amanah, sederhana, dan tawaduk ini diyakini mampu membawa BAZNAS semakin berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa dan negara.

    Ucapan selamat disampaikan oleh Willy Tjokroaminoto selaku KaPinsakonas Syarikat Islam Angkatan Pandu. Menurutnya, KH Sodik Mudjahid merupakan figur yang memiliki integritas serta komitmen kuat dalam pengabdian kepada umat.

    “Saya mengenal beliau sebagai orang yang amanah dan tawaduk. Saya yakin di bawah pimpinan beliau, BAZNAS akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” ujar Willy.

    Pengangkatan pimpinan baru BAZNAS ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Presiden oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar kepada jajaran pengurus BAZNAS masa jabatan 2026–2031 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

    Sebanyak sebelas tokoh menerima amanah sebagai pimpinan BAZNAS periode ini, yakni Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Saidah Sakwan, M.A., H. Ending Syarifuddin, M.E., H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., H. Mokhamad Mahdum, SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA, CRP, GRCE, CWM, CHRP., Hj. Neyla Saida Anwar, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., serta Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M.

    Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan rasa syukur atas terbitnya payung hukum kepengurusan baru tersebut sehingga roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal dalam mengelola potensi zakat nasional.

    Sako Pramuka Syarikat Islam Angkatan Pandu pun berharap kepemimpinan baru ini dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga strategis dalam pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

    “Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga KH Sodik Mudjahid dalam menjalankan tugas mulia ini,” tutup Willy.

  • Menghidupkan Kembali Jejak Abikoesno Tjokrosoejoso, Negarawan Multitalenta dalam UTalk URadio

    Menghidupkan Kembali Jejak Abikoesno Tjokrosoejoso, Negarawan Multitalenta dalam UTalk URadio

    URADIO.ID, Tokoh bangsa sering kali hanya dikenang sepintas dalam lembar sejarah, URadio melalui program UTalk dalam edisin bedah buku yang ditayangkan di platform YouTube URadio Official dan radio streaming uradio.id, sosok Abikoesno Tjokrosoejoso kembali diperbincangkan secara lebih mendalam. Tayangan tersebut menghadirkan percakapan reflektif mengenai jejak perjuangan Abikoesno sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

    Dalam diskusi yang dipandu oleh Ki Sandi Suryadinata, para penulis buku, yakni Hadi Nur Ramadhan dan Mikael Marasabessy, mengulas berbagai sisi kehidupan Abikoesno yang menunjukkan kapasitasnya sebagai negarawan multitalenta. Ia dikenal tidak hanya sebagai tokoh politik, tetapi juga pemikir ekonomi dan arsitek yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan bangsa.

    Abikoesno merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam berbagai fase penting pergerakan nasional. Ia melanjutkan perjuangan Sarekat Islam serta ikut menggagas terbentuknya Gabungan Politik Indonesia sebagai upaya menyatukan kekuatan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, seorang arsitek yang karyanya masih bisa dirasakan sampai saat ini serta perumus sumpah presiden.

    Perannya semakin signifikan ketika ia menjadi anggota Panitia Sembilan, kelompok yang merumuskan naskah Piagam Jakarta sebagai cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Abikoesno juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam kabinet pertama Republik Indonesia.

    Diskusi bedah buku ini tidak sekadar mengulas biografi tokoh, tetapi juga mengajak publik memahami nilai-nilai yang diwariskan Abikoesno: keteguhan prinsip, keluasan pengetahuan, serta dedikasi lintas bidang dalam membangun negara. Bagi generasi masa kini, kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa tidak hanya lahir dari keberanian politik, tetapi juga dari kekuatan gagasan dan integritas intelektual.

    Melalui buku tersebut, para penulis berharap masyarakat kembali menengok jejak tokoh-tokoh bangsa yang mungkin tidak selalu berada di panggung utama sejarah, namun memiliki peran penting dalam merumuskan fondasi moral dan intelektual Indonesia.

    Pembaca Uradio.id dapat memesan buku Abikoesno Tjokrosoejoso dengan mengklik link di bawah ini:
    https://s.id/pesanbukuabikusno

    Dan tayangan bedah buku dapat disimak melalui link:
    https://www.youtube.com/live/_XtTxzr5UH8?si=z06TenIiMgQnaFBm

  • Komitmen KOWANI Membersamai Peran Perempuan Indonesia

    Komitmen KOWANI Membersamai Peran Perempuan Indonesia

    Sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia menemukan momentumnya pada 22 Desember 1928 melalui Kongres Perempuan Indonesia yang digelar di Yogyakarta. Dari peristiwa bersejarah itulah lahir organisasi payung bernama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), yang menyatukan beragam organisasi perempuan lintas latar belakang sosial, budaya, dan keagamaan. KOWANI dibangun atas kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan bangsa tak dapat dilepaskan dari peran aktif perempuan, baik dalam perjuangan nasional maupun dalam membangun tatanan masyarakat yang adil dan beradab.

    Sejak berdiri, KOWANI menjadi ruang konsolidasi perjuangan perempuan Indonesia. Berbagai isu strategis—pendidikan perempuan, perlindungan ibu dan anak, kesehatan, kesetaraan hak, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan—terus diperjuangkan secara berkesinambungan. Perempuan-perempuan yang tergabung dalam KOWANI hadir bukan hanya sebagai pelengkap sejarah, tetapi sebagai subjek perubahan yang ikut menentukan arah bangsa. Dalam lintasan satu abad, KOWANI konsisten merawat nilai persatuan, kebangsaan, dan keberagaman di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

    Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, SH, dalam sambutannya pada Perayaan Imlek di Panti Werdha Wisma Mulia, Sabtu, 14 Februari 2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, persatuan, dan toleransi sebagai fondasi masyarakat inklusif. Menurutnya, di usia KOWANI yang kini menginjak 100 tahun, perempuan Indonesia dituntut semakin tangguh, adaptif, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman—tanpa kehilangan jati diri kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

    Seratus tahun perjalanan KOWANI menegaskan satu pesan penting: perempuan Indonesia adalah kekuatan strategis bangsa. Dengan sejarah yang kokoh, peran yang terus berkembang, serta komitmen pada persatuan dan inklusivitas, KOWANI hadir bukan hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga menyiapkan perempuan Indonesia untuk menjawab masa depan dengan percaya diri dan solidaritas.

  • Omah Opah Rayakan Imlek dengan Sukacita

    Omah Opah Rayakan Imlek dengan Sukacita

    Perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung penuh kehangatan di Panti Werdha Wisma Mulia, Sabtu, 14 Februari 2026. Mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, suasana kebersamaan terasa sejak awal acara. Sebanyak 53 omah dan opah tampak antusias mengikuti rangkaian perayaan, wajah-wajah mereka memancarkan sukacita saat lantunan musik, dekorasi khas Imlek, dan sapaan hangat para relawan menyatu dalam satu ruang kebahagiaan.

    Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Panti, Ibu Hanifah Husein, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi omah dan opah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai perbaikan sarana dan prasarana yang kini semakin nyaman dan layak. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi memenuhi kebutuhan panti, mengingat dukungan dari keluarga omah dan opah masih sangat terbatas. Apresiasi khusus disampaikan kepada para relawan yang dengan tulus mendermakan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membersamai para lansia.

    Makna kebersamaan turut ditekankan oleh Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Nannie Hadi Tjahjanto, SH, dalam sambutannya. Ia menegaskan pentingnya persatuan dan toleransi sebagai fondasi masyarakat inklusif. Di usia KOWANI yang genap 100 tahun, perempuan Indonesia, menurutnya, dituntut semakin tangguh, adaptif, dan berdaya menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan jati diri kebangsaan dan nilai kemanusiaan.

    Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan traditional modern dance oleh karyawan panti, hiburan interaktif dan gim kebersamaan dari komunitas relawan, serta atraksi barongsai yang disambut tepuk tangan meriah omah dan opah. Setiap penampilan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang menghidupkan semangat Imlek dalam nuansa Nusantara.

    Perayaan Imlek ini turut dihadiri Hj. Jamilah anggota DPRD DKI Jakarta, jajaran Pengurus KOWANI, serta keluarga omah dan opah. Mengakhiri acara ditutup dengan doa oleh pandita memohon kepada Maha Pencipta agar selalu diberikan kemuliaan, Kesehatan dan kesejahteraan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

  • Dari Cinta Rasul hingga Gaza: Sulis Merawat Shalawat Sepanjang Zaman

    Dari Cinta Rasul hingga Gaza: Sulis Merawat Shalawat Sepanjang Zaman

    Jumat, 13 Februari 2026, suasana hangat dan khidmat menyelimuti Ruang Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di tengah para tamu undangan, tampak Sulis hadir mengenakan busana serba putih. Ia menyapa satu per satu hadirin yang menantikan peluncuran dua karya terbarunya, Suara Sukma Palestina (Shalawat Cinta untuk Gaza) dan Shalawat Cinta (Satukan Hati)”, lagu yang menjadi penanda konsistensinya dalam menapaki jalan dakwah melalui musik.

    Nama Sulis telah lekat dengan tembang shalawat sejak ia memulai kariernya di usia belia pada era 1990-an bersama Haddad Alwi. Album Cinta Rasul menjadi karya monumental yang mengantarkan suaranya dikenal luas dan terus diputar dari generasi ke generasi, terutama setiap bulan Ramadan. Di tengah perubahan selera musik dan zaman, Sulis tetap teguh menjaga napas shalawat sebagai identitas dan pengabdian.

    Acara ini dihadiri kerabat terdekat, musisi, budayawan, serta sahabat-sahabat Sulis Cinta Rasul. Sejumlah duta besar negara sahabat—Malaysia, Palestina, dan Iran—turut hadir, bersama Menteri Koperasi Indonesia, Ferry J Juliantono. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua orang tua Sulis tampak hadir dan duduk di antara tamu undangan. Sulis menegaskan bahwa konsistensinya melantunkan shalawat tak lepas dari peran besar orang tua yang sejak kecil menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kecintaan pada seni yang bernilai dakwah. Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah kelelahan berkarya, energi positif terus mengalir dari dukungan keluarga, terutama orang tua dan suami yang setia mendampingi perjalanan hidup dan seninya.

    Perwakilan Duta Besar Palestina berkesempatan memberikan sambutan, beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia terhadap warga Gaza yang mengalami penindasan juga memberikan apresiasi serta menyampaikan rasa terima kasih atas lagu shalawat yang dipersembahkan untuk rakyat Gaza. 

    Ferry J Juliantono yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi menyambut baik kehadiran lagu shalawat untuk Gaza dan shalawat cinta yang dinyanyikan oleh Sulis. Lebih lanjut beliau menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto serta seluruh rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menciptakan  perdamaian  Sementara itu budayawan yang akrab disapa Bang Sem turut memberi apresiasi atas kematangan Sulis yang konsisten menjaga marwah shalawat di tengah dinamika industri musik.

    Puncak emosional terjadi saat Sulis mempersembahkan “Shalawat untuk Gaza” sebagai wujud kepedulian dan solidaritas bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Air matanya berurai, suaranya bergetar, dan sesekali ia menyerukan, “Free, free Palestine.”

    Menutup acara, selain membawakan Shalawat untuk Gaza dan Shalawat Cinta, Sulis pun membawakan sejumlah tembang shalawat yang telah lama melekat di hati pendengarnya. Ia mengajak hadirin bersenandung bersama, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Di panggung itu, Sulis menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar lagu, melainkan doa, pengabdian, dan jalan cinta yang terus ia jaga untuk kemanusiaan dan perdamaian.