Jumat, 13 Februari 2026, suasana hangat dan khidmat menyelimuti Ruang Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Di tengah para tamu undangan, tampak Sulis hadir mengenakan busana serba putih. Ia menyapa satu per satu hadirin yang menantikan peluncuran dua karya terbarunya, Suara Sukma Palestina (Shalawat Cinta untuk Gaza) dan Shalawat Cinta (Satukan Hati)”, lagu yang menjadi penanda konsistensinya dalam menapaki jalan dakwah melalui musik.
Nama Sulis telah lekat dengan tembang shalawat sejak ia memulai kariernya di usia belia pada era 1990-an bersama Haddad Alwi. Album Cinta Rasul menjadi karya monumental yang mengantarkan suaranya dikenal luas dan terus diputar dari generasi ke generasi, terutama setiap bulan Ramadan. Di tengah perubahan selera musik dan zaman, Sulis tetap teguh menjaga napas shalawat sebagai identitas dan pengabdian.
Acara ini dihadiri kerabat terdekat, musisi, budayawan, serta sahabat-sahabat Sulis Cinta Rasul. Sejumlah duta besar negara sahabat—Malaysia, Palestina, dan Iran—turut hadir, bersama Menteri Koperasi Indonesia, Ferry J Juliantono. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua orang tua Sulis tampak hadir dan duduk di antara tamu undangan. Sulis menegaskan bahwa konsistensinya melantunkan shalawat tak lepas dari peran besar orang tua yang sejak kecil menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kecintaan pada seni yang bernilai dakwah. Ia juga mengungkapkan bahwa di tengah kelelahan berkarya, energi positif terus mengalir dari dukungan keluarga, terutama orang tua dan suami yang setia mendampingi perjalanan hidup dan seninya.
Perwakilan Duta Besar Palestina berkesempatan memberikan sambutan, beliau menyampaikan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia terhadap warga Gaza yang mengalami penindasan juga memberikan apresiasi serta menyampaikan rasa terima kasih atas lagu shalawat yang dipersembahkan untuk rakyat Gaza.
Ferry J Juliantono yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi menyambut baik kehadiran lagu shalawat untuk Gaza dan shalawat cinta yang dinyanyikan oleh Sulis. Lebih lanjut beliau menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto serta seluruh rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menciptakan perdamaian Sementara itu budayawan yang akrab disapa Bang Sem turut memberi apresiasi atas kematangan Sulis yang konsisten menjaga marwah shalawat di tengah dinamika industri musik.
Puncak emosional terjadi saat Sulis mempersembahkan “Shalawat untuk Gaza” sebagai wujud kepedulian dan solidaritas bagi kemerdekaan rakyat Palestina. Air matanya berurai, suaranya bergetar, dan sesekali ia menyerukan, “Free, free Palestine.”
Menutup acara, selain membawakan Shalawat untuk Gaza dan Shalawat Cinta, Sulis pun membawakan sejumlah tembang shalawat yang telah lama melekat di hati pendengarnya. Ia mengajak hadirin bersenandung bersama, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Di panggung itu, Sulis menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar lagu, melainkan doa, pengabdian, dan jalan cinta yang terus ia jaga untuk kemanusiaan dan perdamaian.
