Suasana 1 Ramadan 1447 H di Kota Depok terasa berbeda sejak dini hari. Denting alarm sahur bersahutan, suara azan Subuh menggema dari masjid-masjid, menghadirkan nuansa religius yang kembali dirindukan warga.
Di sejumlah kawasan seperti Beji dan Pancoran Mas, warga tampak memadati masjid untuk menunaikan salat Subuh berjamaah. Momentum hari pertama puasa dimanfaatkan untuk memulai kebiasaan baik, mulai dari tadarus Al-Qur’an hingga berbagi makanan sahur kepada tetangga.
Memasuki sore hari, denyut Ramadan semakin terasa. Jalan Margonda Raya dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan aneka takjil. Kolak pisang, es buah, hingga gorengan menjadi primadona. Warga berburu hidangan berbuka, sementara pelaku UMKM mengaku bersyukur karena omzet mulai meningkat sejak hari pertama.
“Alhamdulillah, pembeli ramai. Ramadan selalu membawa rezeki,” ujar Siti (42), pedagang takjil yang setiap tahun membuka lapak di kawasan tersebut.
Tak hanya aktivitas ekonomi yang menggeliat, semangat berbagi juga tumbuh. Sejumlah komunitas pemuda terlihat membagikan paket takjil gratis kepada pengendara yang melintas. Senyum dan ucapan terima kasih menjadi pemandangan yang menghangatkan sore itu.
Malam harinya, masjid-masjid kembali dipenuhi jamaah salat tarawih. Anak-anak berlarian membawa sajadah kecil, sementara orang tua duduk khusyuk menanti iqamah. Ramadhan di Depok bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga perayaan kebersamaan yang sederhana namun bermakna.
Hari pertama puasa menjadi penanda bahwa Ramadan kembali menyapa dengan harapan baru—menguatkan iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian di tengah kehidupan kota yang dinamis.
