URADIO.ID, Jakarta Utara — Memperingati momentum hari kemerdekaan sekaligus menginjak usia satu tahun berdirinya, Uradio menggelar acara refleksi bertajuk “Meneguhkan Corong Perubahan” sekaligus menyinggung persoalan “Merdeka-Malas” yang dilakukan pada Senin (17/8/2026) di halaman Kantor Uradio, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Acara yang yang dihadiri beberapa tokoh muda Jakarta utara ini, sekaligus menjadi ajang konsolidasi gagasan serta penguatan komitmen untuk menjadikan media sebagai alat perjuangan rakyat yang sejati.
Dalam refleksi tersebut, ditegaskan bahwa penjajahan dan perjuangan pada hakekatnya selalu hadir dalam setiap era. Kemerdekaan bukan sekadar rutinitas peringatan tahunan yang diisi perlombaan seremonial atau sekadar menyisakan tumpukan sampah, melainkan sebuah alat di genggaman jiwa yang nilainya bergantung penuh pada subjek yang menggerakkannya.
“Jika penguasa lupa akan kewajibannya dan pengusaha terbuai oleh hartanya, maka nurani masyarakat tak boleh ikut padam. Kemerdekaan harus digerakkan oleh niat yang setia pada kehikmatan, bukan kepentingan licik yang mengorbankan sesama dan merusak lingkungan,” ujar perwakilan Uradio saat menyampaikan orasi refleksinya.
Memasuki tahun kedua, Uradio berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi media penyiaran, tetapi sebagai ekosistem tempat menyemai tekad, merawat daya kritis, serta menangkal bahaya politik adu domba yang kerap memecah belah masyarakat.
Kendati platform penyiaran dan digital yang ada saat ini sudah siap untuk memaksimalkan semangat perjuangan, Uradio menyadari pentingnya penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya. Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar media ini tetap relevan, jujur, dan berintegritas dalam menyuarakan suara rakyat.
Menggandeng Stakeholder untuk Sinergi Strategis
Guna memperluas dampak perubahan, Uradio membuka diri untuk menjalin kerja sama strategis dengan berbagai stakeholder (pemangku kepentingan). Langkah kolaboratif ini diambil agar platform Uradio dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pihak—baik akademisi, aktivis, komunitas warga, maupun instansi terkait—yang ingin mensosialisasikan program-program kerakyatan serta gagasan pemikiran yang konstruktif.
Sinergi ini diharapkan dapat menjadikan Uradio sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara pembuat kebijakan dan masyarakat, sekaligus sarana edukasi publik yang mencerahkan.
Melalui momentum 1 tahun ini, Uradio mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit bersama, menguasai alat perjuangan, serta menyehatkan jiwa dan ekosistem sosial. Sebab, kebebasan sejati baru tercipta ketika rakyat benar-benar berdaulat di tanah airnya sendiri. (JW)
