Gerakan ekonomi desa kembali menemukan panggung strategisnya melalui program variety talk show “Sapa Koperasi Desa Merah Putih” yang tayang live setiap Senin pukul 20.00 WIB selama 60 menit Salam Radio dan URadio serta di kanal YouTube Salam Radio Channel dan URadio Official. Dipandu oleh host Hebatdiki dan Yusron, program ini menjadi ruang dialog inspiratif tentang kebangkitan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Pada episode perdana, sorotan mengarah ke Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow. Hadir sebagai narasumber, Ketua KOPDES Solog, Ibu Susi Indrianingsih Potabuga, memaparkan bagaimana Koperasi Desa Merah Putih Solog tumbuh di tengah wilayah seluas kurang lebih 2.732 hektare yang didominasi perkebunan, persawahan dan industri semen.
Dengan jumlah 378 kepala keluarga, Desa Solog menyimpan potensi sekaligus tantangan. Ketergantungan pada sektor perkebunan membuat stabilitas ekonomi warga sangat dipengaruhi akses pasar dan permodalan. Di sinilah koperasi hadir sebagai manifestasi semangat baru—mengorganisir kekuatan kolektif warga agar memiliki daya tawar yang lebih kuat.
Koperasi Desa Merah Putih Solog bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Ia menjadi ruang gotong royong modern yang memperkuat kelembagaan, transparansi, dan distribusi manfaat ekonomi secara adil. Melalui penguatan struktur organisasi dan partisipasi anggota, warga desa berupaya membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam dialog yang hangat dan reflektif, Ibu Susi menegaskan bahwa koperasi adalah jalan tengah antara idealisme dan kebutuhan riil masyarakat. Ketika petani tidak lagi berjalan sendiri, ketika hasil kebun dikelola bersama, maka kesejahteraan tidak lagi menjadi wacana—melainkan proses yang terus diupayakan. Lebih lanjut Ibu Susi menambahkan bahwa gerai sembako dijadikan sebagai pusat distribusi untuk di pasok ke warung retail dimana pemiliknya adalah anggota Koperasi Desa Merah Putih Solog.
Program ini menjadi bukti bahwa transformasi ekonomi tidak selalu dimulai dari kota besar. Dari desa dengan 378 kepala keluarga, lahir optimisme bahwa ekonomi kerakyatan tetap relevan dan adaptif di tengah dinamika zaman.
Simak obrolan serunya di URadio Official dan Salam Radio Channel di YouTube. Jangan lupa subscribe dan tinggalkan jejak digital dengan memberikan komentar kamu. Karena perubahan besar sering kali dimulai dari percakapan sederhana—dan dari desa, masa depan ekonomi Indonesia sedang dirawat bersama.
